Ischak Maulana Rohman. Sosok muda yang sedang hit dan jadi bahan perbincangan masyarakat Kabupaten Tegal. Ischak diketahui akan maju sebagai calon Bupati Tegal 2024-2029.
Popularitas Ischak terlihat mulai menanjak. Dia semakin dikenal melalui berbagai platform. Fotonya terpasang di puluhan billboard besar di jalan-jalan utama Tegal. Belum lagi ratusan baliho yang tersebar sampai pelosok desa.
Di platform darat, Ischak semakin rajin turun ke akar rumput. Mungkin belum ada bakal calon Bupati yang energik dengan mobilitas tinggi seperti Ischak. Hampir setiap hari, dia bersama timnya rajin menyapa masyarakat. Mulai dari kegiatan bakti sosial, lomba-lomba, menghadiri pengajian, rembug dengan petani dan nelayan, serta terbaru melakukan bimtek dan konsolidasi tim desa.
Selain masifnya gerakan di akar rumput, tim Ischak juga santer di media sosial. Instagram dan Tiktok menjadi platform utama untuk mewarnai gelaran Pilkada Tegal 2024. Tidak mengherankan apabila nama Ischak Maulana Rohman menjadi bahan perbincangan di banyak kalangan.
Upaya-upaya yang dilakukan Ischak tentu bukan tanpa maksud dan tujuan. Dalam langgam politik, keterkenalan (popularitas) saja tentu tidak cukup menjadi modal untuk meraih hati pemilih. Sebagai politisi, modal popularitas mesti dikonversi menjadi kedisukaan (akseptabilitas) dan keterpilihan (elektabilitas).
Di samping bertujuan meyakinkan pemilih, upaya-upaya Ischak dalam meningkatkan popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas mungkin juga bertujuan untuk meyakinkan elite partai politik tempat dia bernaung: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dinamika Internal